oleh

Arsenal Menderita Saat Melawan Leeds, Mikel Arteta: Terima Kasih Tuhan!

Detikpelangi – Arsenal tampak menderita saat menghadapi Leeds United dalam laga babak ketiga FA Cup yang diselenggarakan pada hari Selasa (7/1/2020). Namun sang pelatih, Mikel Arteta, justru bersyukur akan hal itu.

Perlu diketahui kalau Arsenal berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-0 pada laga yang digelar di Emirates Stadium tersebut. Gol semata wayang the Gunners diciptakan oleh Reiss Nelson pada menit ke-55.

Leeds United merupakan perwakilan dari divisi kasta kedua Inggris, Championship. Namun status tersebut tidak lantas membuat Arsenal mampu meraih kemenangan dengan semudah membalikkan telapak tangan.

Malah sebaliknya, Mesut Ozil dkk dibuat kerepotan. Dari catatan pertandingan diketahui kalau Arsenal dihadapkan dengan 15 tembakan di sepanjang babak pertama.

Ucapan Syukur Arteta

Kendati demikian, Arteta tetap bersyukur. Ia yakin bahwa para pemainnya bisa belajar dari penderitaan saat melawan Leeds United.

“Saya menyaksikan banyak pertandingan dari Leeds dan mereka membuat babak belur tiap tim setiap tiga hari. Adalah hal yang bagus bagi pemain saya untuk belajar dan menderita di lapangan,” ujar Arteta dikutip dari Goal.

“Terima kasih Tuhan, saya tidak senang sama sekali [setelah babak pertama]. Bila anda tidak siap untuk melawan Leeds, anda akan merasakan akibatnya,” lanjutnya.

“Bermain melawan Leeds ibarat kunjungan ke dokter gigi. Mereka adalah tim yang bagus dan apa yang mereka bangun itu sungguh kuat,” tambahnya.

Peran Arteta di Jeda Babak Pertama

Arsenal memang menderita di babak pertama. Arteta lalu menunjukkan reaksinya dan timnya pun tampil apik saat babak kedua berlangsung.

Hasilnya pun terlihat. Gol kemenangan the Gunners lahir dari kaki Reiss Nelson. Dan ini tak bisa lepas dari perkataan eks asisten pelatih Manchester City tersebut kepada para pemain Arsenal di jeda babak pertama.

Baca Juga:   Hasil Pertandingan Jerman vs Belarusia: Skor 4-0

“Saya mencoba untuk memberitahu mereka apa yang akan kami hadapi dan setelah 32 menit kami memenangkan satu duel, saya pikir,” sambungnya.

“Kami mengubah sikap, hasrat dan organisasi pada jeda babak pertama dan kemudian kami menjadi benar-benar berbeda,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed