oleh

Captiva, Si Kembar Almaz Tak Dijual di Indonesia

Detikpelangi – Ekspor generasi baru Chevrolet Captiva ke Thailand yang akan diresmikan SGMW Motor Indonesia (Wuling) pada pekan depan menimbulkan tanda tanya, mengapa SUV sekelas Honda CR-V dan Nissan X-Trail itu tidak dijual di dalam negeri oleh General Motors (GM) Indonesia.

Nama Captiva cukup harum di Tanah Air, generasi pertama mobil ini dijual perdana pada 2007. Mobil yang dijuluki oleh komunitas pemiliknya ‘badak’ ini sempat menjadi tulang punggung GM Indonesia.

Pada 2018 lalu GM Indonesia menyatakan sudah setop mengimpor Captiva dari Thailand yang menandakan penjualannya dihentikan. Saat itu belum ada kepastian GM Indonesia bakal menjual generasi kedua Captiva.

Generasi pertama Captiva dirancang menggunakan platform Theta Opel Antara. Opel dimiliki prinsipal GM di Amerika Serikat sejak 1931, namun pada Agustus 2017 merek Jerman ini dibeli PSA Grup dari Prancis.

Baca Juga:   Mobil SUV Teraman di Dunia, Bukan Produk Jepang

Peralihan kepemilikan membuat GM tidak bisa lagi memanfaatkan platform Theta milik Opel. Solusinya, pengembangan generasi baru Captiva dilakukan oleh perusahaan kongsi di China bernama SGMW Automobile yang terdiri dari SAIC Motor, GM, dan Liuzhou Wuling Motors Co Ltd.

Generasi kedua Captiva dirancang memakai basis Baojun 530 yang sudah dijual di China sejak Februari 2018. Captiva terbaru pertama kali diluncurkan di Kolombia pada 12 November 2018.

Setelah itu Indonesia juga meluncurkan SUV berbasis Baojun 530 yang diberi nama Wuling Almaz pada 23 Januari 2019. Produksi Almaz dilakukan di pabrik SGMW Motor Indonesia yang berada di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Menyusul peluncuran Almaz, anak perusahaan SAIC Motor Corporation di India, yaitu MG Motor India, meluncurkan SUV bernama Hector yang juga berbasis Baojun 530. Model ini merupakan hasil rebadge ketiga Baojun 530.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed