oleh

Di Hukum Lari Lapangan, Siswi SMP Di Manado Tewas

Detikpelangi – Seorang siswi SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Kota Manado, Sulawesi Utara, meninggal dunia usai dihukum berlari keliling lapangan oleh gurunya. Siswi bernama Fanli Lahingide tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (1/10).

Awalnya, Fanli terlambat masuk sekolah pada Selasa pagi. Fanli lantas mendapat hukuman dari salah satu guru yang sedang piket pada saat itu, yakni CS.

Baca Juga:   IU Segera Comeback Bocoran Saat Fanmeeting!

Siswi berusia 14 tahun tersebut disuruh berlari keliling lapangan sekolah yang kurang lebih berukuran 15 x 8 meter. Namun, belum sampai satu putaran, Fanli meminta izin untuk beristirahat karena merasa kelelahan.

CS pun tak mengizinkan Fanli untuk beristirahat. Akhirnya, Fanli terpaksa melanjutkan larinya dalam kondisi kelelahan hingga ia pingsan di putaran kedua.

Para guru yang melihat siswanya jatuh pingsan itu langsung melarikan Fanli ke RS AURI sekitar pukul 08.30 WITA. Namun, korban langsung diarahkan untuk dibawa ke RS Prof Kandou, Kota Manado.

Sayangnya, Fanli menghembuskan napas terakhirnya kala dirujuk ke RS Prof Kandou. Berdasarkan keterangan guru piket lain bernama Asri Entimen, Fanli dihukum lantaran sudah 2 kali terlambat masuk sekolah. Fanli sendiri pagi itu baru tiba pukul 07.25 WITA hingga tak ikut apel pagi.

“Bahwa korban sudah dua kali terlambat datang ke sekolah,” terang Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani dilansir Kompas.com pada Rabu (2/10). “Dan pada saat mendapat tindakan lari, korban tidak mengeluh sakit.”

Hal senada juga disampaikan oleh sang kepala sekolah, Selmi Ramber. Menurut Selmi, hukuman untuk siswa yang datang terlambat sudah menjadi peraturan sekolah.

“Setiap siswa ketika terlambat ada sanksi. Jadi pada pagi tadi Fanli terlambat ke sekolah, dan diberi sanksi oleh oknum guru,” jelas Selmi. “Bukan hanya Fanli sendiri yang diberi sanksi, ada beberapa siswa lain juga yang diberi sanksi oleh oknum guru karena terlambat datang ke sekolah.”

Pihak keluarga Fanli telah melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Menurut sang ibunda, Julin Mandiangan, Fanli berangkat sekolah pada 06.30 WITA dan sempat menyantap sarapan.

Sementara itu, polisi memeriksa oknum guru CS pada hari ini. Mereka juga masih belum bisa memastikan penyebab kematian Fanli.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed