oleh

Inilah Starting XI Terbaik Arsenal 10 Tahun Terakhir

Detikpelangi – Situs pencatat statistik Whoscored.com baru saja merilis starting XI terbaik Arsenal dalam 1 dekade terakhir. Dan ada nama mengejutkan yang masuk dalam 11 pemain terbaik Arsenal di kompetisi Premier League dan Liga Champions dalam periode itu.

Setiap pemain Arsenal dalam 10 tahun terakhir telah dinilai di situs Whoscored. Dan hasil dari penilaian itu bisa dikatakan mengejutkan bagi pecinta sepak bola dunia, pun demikian dengan fans The Gunners sendiri.

Bila di tahun 2000-an, ada tim Arsenal yang penuh dengan talenta, kualitas, dan sudah terbukti seperti Robert Pires, Thierry Henry, Patrick Vieira dan juga para anggota tim The Invincibles. Tidak demikian setelah itu.

10 tahun setelah itu, Arsenal seperti sebuah serial flops dan pertunjukan dari bakat-bakat yang terbuang dan gagal memberikan bukti. Menarik untuk disimak, siapa sih pemain terbaik dalam starting XI Arsenal dalam 10 tahun terakhir versi Whoscored.

Berikut starting XI terbaik Arsenal versi Whoscored dalam 10 tahun terakhir dengan nama seperti Aaron Ramsey dan Oliver Giroud bahkan tak masuk dalam best XI tersebut.

Kiper: Petr Cech (115 penampilan) – rating 6.91

Petr Cech membuat 115 penampilan untuk Arsenal setelah membuat langkah kepindahan yang kontroversial dari Chelsea pada musim panas 2015.

Setelah bergabung dengan Arsenal, Cech tidak pernah benar-benar menemukan kembali bentuk terbaiknya, tetapi standar kiper di Arsenal belum terlalu tinggi sejak Jens Lehmann meninggalkan klub untuk pertama kalinya pada tahun 2008.

Cech rata-rata membuat penyelamatan 3,1 per pertandingan dan membuat catatan 43 clean sheet.

Bek Kanan: Bacary Sagna (172 caps/3 gol) – Rating 7.08

Bacary Sagna dianggap sebagai salah satu bek kanan Premier League yang paling bisa diandalkan sebelum ia bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2014.

Sagna rata-rata melakukan 3,6 tekel dan intersep per pertandingan sejak pergantian dekade hingga kepergiannya. Dan salah satu yang mengesankan adalah catatan dilewati lawan hanya 0,31 kali per pertandingan pada periode itu.

Baca Juga:   Artis-Artis Tersandung Kasus Hukum yang Bikin Heboh Sepanjang 2019
Bek Tengah: Shkodran Mustafi (92 caps/7 gol) – Rating 7.22

Fakta Shkodran Mustafi masuk dalam best XI Arsenal dalam 10 tahun terakhir ini seperti menggambarkan betapa buruknya Arsenal sejak memasuki tahun 2010.

Asenal gagal mendatangkan pemain terbaik untuk pertahanan mereka dan telah berulangkali menderita karena buruknya pertahanan mereka itu.

Satu-satunya catatan yang membuat Mustafi unggul adalah catatan memenangkan duel udara terbanyak dibandingkan pemain Arsenal lainnya dalam 10 tahun terakhir. Namun di aspek lain yang mendukung pertahanan, Mustafi tidak bisa dikatakan luar biasa.

Bek Tengah: Laurent Koscielny (296 caps/24 gol) – Rating 7.21

Laurent Koscielny menjadi pemain dengan penampilan terbanyak dalam satu dekade ini di Premier League dan Liga Champions, meskipun pada akhirnya mengakhiri hubungannya bersama klub dengan cara yang tak elegan musim lalu.

Bek asal Prancis tersebut membuat rata-rata 2,8 intersep per pertandingan, dan menjadi pemain yang paling banyak melakukan sapuan dengan 5,7 sapuan per pertandingan. Bukan itu saja, dalam periode tersebut Koscielny juga sukses membuat 24 gol di dua kompetisi itu.

Bek Kiri: Thomas Vermaelen (132 caps/14 gol) – Rating 7.08

Thomas Vermaelen menjalani waktunya bersama Arsenal sebagai bek tengah dan juga bek kiri sebelum akhirnya pindah ke Barcelona pada 2014.

Rentetan badai cedera membuat Vermaelen gagal menampilkan performa terbaiknya, namun dia masih mampu menembus best XI Arsenal dalam 10 tahun terakhir. Vermaelen membuat 14 gol untuk Arsenal, dengan enam diantaranya ia bukukan pada musim 2011-2012.

Gelandang Tengah: Santi Cazorla (157 caps/25 gol) – Rating 7.51

Dalam 10 tahun terakhir, ada hal yang sangat akrab dengan para pemain Arsenal, yakni cedera. Dan salah satu pemain yang paling sering merasakannya adalah Santi Cazorla sebelum akhirnya ia pergi pada 2018, dengan hanya membuat 22 penampilan dalam tiga musim terakhirnya di London Utara.

Baca Juga:   Termasuk Eks Pelatih Tim Malaysia, Ini 5 Asisten Jose Mourinho di Tottenham

Meskipun di akhir-akhir pengabdiannya kerap diganggu cedera, namun gelandang asal Spanyol tersebut memiliki catatan gemilang. Cazorla menempati posisi ketiga dalam akurasi umpan per pertandingan (56,6) dan peringkat 4 dalam daftar pemain yang paling banyak membuat umpan kunci per pertandingan (2.1).

Gelandang Tengah: Alex Song (111 caps/ 7 gol) – rating 7.38

Alex Song mungkin memiliki sedikit penyesalan dengan memutuskan meninggalkan Arsenal dan gabung Barcelona pada musim panas 2012. Pasalnya, sejak saat itu, ia bukan lagi pemain yang sama.

Bersama Arsenal, Song dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Premier League. Dan di Barcelona, talenta terbaiknya tak pernah benar-benar terlihat.

Song memiliki kemampuan melakukan dribel sukses sebesar 69,9% bersama Arsenal dan membuat 11 assist di kampanye terakhirnya untuk Arsenal. Selain itu, dia juga memuncaki daftar dalam urusan tekel dan intersep per pertandingan (5,9) dalam satu dekade ini.

Sayap Kanan: Samir Nasri (70 caps/17 gol) – Rating 7.32

Samir Nasri membuat 70 penampilan di Premier League dan Liga Champions untuk Arsenal dalam 1 dekade ini. Nasri, seperti halnya Song, mungkin tahu pada akhirnya bahwa meninggalkan Arsenal tak selalu menjanjikan karir yang lebih baik.

Bersama Arsenal, Nasri terlibat langsung dalam 25 gol dari 70 penampilan.

Gelandang Serang: Mesut Ozil (202 caps/39 gol) – Rating 7.26

Karir Mesut Ozil terasa seperti tengah memudar bersama Arsenal saat ini. Namun itu harusnya tak membuat orang lupa bahwa Ozil sudah luar biasa bersama Arsenal sejak didatangkan dari Real Madrid pada 2013 silam.

Bersama Arsene Wenger, Ozil tampil luar biasa dan menampilkan performa brilian dengan visi dan umpan-umpannya. Selama 1 dekade ini, Ozil menjadi pemain yang paling banyak membuat assist (59 assist). Dan yang tak mengejutkan, dia juga membuat umpan kunci terbanyak per pertandingan, dengan rata-rata 3 umpan kunci.

Sayap Kiri: Alexis Sanchez (144 caps/69 gol) – Rating 7.73

Selain Ozil, satu nama pemain yang bisa dikatakan yang terbaik dari Arsenal dalam 1 dekade ini adalah Alexis Sanchez. Terlepas dari 12 bulan terakhir sebelum gabung Manchester United pada Januari 2018 performanya cenderung menurun, namun Sanchez telah memainkan permainan terbaiknya bersama The Gunners.

Baca Juga:   Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Sanchez terlibat langsung dalam 103 gol dalam 114 penampilannya di Premier League dan Liga Champions dalam 1 dekade ini. Selain itu, dia juga menjadi pemain dengan catatan dribel sukses terbanyak (3,2) dan menjadi pemain yang paling banyak dilanggar (2,2).

Selain itu, ia telah memenangkan penghargaan WhoScored Man of the Match setidaknya 11 kali lebih banyak daripada pemain lain Arsenal lainnya (32).

Penyerang: Robin Van Persie (92 caps/64 gol) – Rating 7.71

Di awal karirnya bersama Arsenal, Robin van Persie kesulitan menemukan kebugaran terbaiknya sebelum akhirnya dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di Premier League.

Performa menterengnya dalam urusan membobol gawang lawan yang membuatnya menarik minat Manchester United pada 2012, di mana ia mempersembahkan gelar di tahun pertamanya di sana.

Bersama Arsenal, Van Persie tercatat menjadi pemain terbaik dalam rata-rata gol, yakni membuat satu gol setiap 114,3 menit pertandingan.

Catatan Khusus

Oliver Giroud (rating 7,02)
Dalam banyak hal, Giroud bisa dikatakan adalah pemain underrated milik Arsenal. Bersama The Gunners, Giroud telah menjadi pemain yang paling banyak membuat gol dalam 1 dekade ini (85 gol). Tanpa menghitung penampilannya sebagai pemain pengganti, rating Giroud di Whoschored

Aaron Ramsey (Rating 6,99)
Memainkan peran penting dalam permainan Arsenal dalam 1 dekade ini. Gelandang asal Wales tersebut terlibat langsung dalam 96 gol dalam 291 penampilannya untuk Arsenal, yang menjadi terbaik keempat dalam 1 dekade ini. Sama seperti Giroud, rating Whoscored miliknya akan melonjak naik ke angkat 7,18 andai tidak menghitung jumlah penampilannya sebagai pemain pengganti.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed