oleh

Viral Wanita Dilecehkan di Jalanan Bekasi, Ini Cara Menghadapi Pelecehan

Detikpelangi- Pelecehan seksual terhadap perempuan di ruang publik kembali terjadi baru-baru ini. Kali ini menimpa seorang perempuan saat melintasi sebuah persimpangan jalan di Bekasi, Jawa Barat. Lantas bagaimana cara menghadapinya bila insiden yang sama menimpa Anda?

Insiden di Bekasi itu dialami oleh perempuan bernama Nae. Berdasarkan cerita sang teman yang viral di media sosial, Nae dilecehkan secara verbal oleh seorang pria yang tak dia kenal saat motornya berhenti di lampu merah Revo Town (Bekasi Square), Selasa (3/9/2019) sore.

Nae pun menambah daftar panjang perempuan korban pelecehan seksual di ruang publik. Menurut survei Pelangi4d terhadap 62 ribu warga Indonesia pada akhir 2018, 3 dari 5 perempuan pernah mengalami pelecehan seksual. Turut terungkap pula bahwa 33 persen kasus pelecehan terjadi di jalanan umum.

Fakta tersebut mempertegas bahwa ancaman pelecehan seksual begitu nyata. Perempuan di Indonesia sangat rentan mengalaminya. Bila suatu saat Anda mengalaminya, ada beberapa cara untuk merespons pelaku seperti dikutip dari Hollaback:

1. Melabrak pelaku

Perlu sikap yang tegas ketika Anda memutuskan untuk menegur pelaku. Tatap matanya dan kecam tindakannya dengan suara yang lantang. Banyak korban yang memilih untuk secara spesifik menyebut aksi sang pelaku.

Salah satu ekspresi yang bisa Anda gunakanya salah satunya, “Jangan lakukan (perbuatan yang dilakukan pelaku), itu termasuk pelecehan.” Ucapkan secara blak-blak senyaman Anda. Hal paling penting adalah tidak perlu ada rasa malu atau bersalah atas respons yang Anda berikan.

2. Jangan ladeni

Bukan berarti Anda membiarkan pelecehan itu terjadi. Ada pelaku yang sengaja melakukan pelecehan agar mendapat tanggapan dari korbannya. Jika respons didapatnya, maka kemungkinan besar pelecehan bakal semakin menjadi-jadi.

Baca Juga:   Melihat Peninggalan BJ Habibie di Isola Bandung

Meski terpancing untuk meladeninya, Anda disarankan untuk menghindar saja. Atensi yang didapat malah akan memicu tindakan yang lebih abusive.

3. Moving on

Apabila Anda cukup berani untuk melabrak, maka lakukan. Luapkan amarah secukupnya, lalu tinggalkan dia dan moving on. Para pelaku tak sepadan dengan waktu Anda yang terbuang sia-sia hanya untuknya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed